It's been a long time that i didn't post anything. too busy in 'study', work, and did some other stuff.
Seminggu kemarin termasuk minggu yang sangat sangat sangat hectic.
Tugas menumpuk, kegiatan a b c menunggu, kawat gigi sempet copot dan menumpuk rasa sakit di mulut, film bagus menunggu untuk di tonton, makanan enak juga menunggu untuk dimakan setelah kawat bener, kamar menunggu untuk selalu dibereskan, makanan di kulkas menunggu untuk dimasak, teman menunggu untuk janjian jalan bareng.
Tapi ALHAMDULILLAH, seminggu ini gue masih menjalaninya dengan sehat, dan tidak tumbang sedikit pun :)
Suatu malam, gue, Dani, Faisal, dan Andi seperti biasa, stuck di bawah, males naik ke atas, mager parah deh pokoknya. Kita ngumpul di sofa samping Games Room. Setelah ngalor ngidul ngobrol ga jelas, kita semua terdiam. Muka udah hampir ngantuk semua tapi ga ada yang menampakan muka pengen tidur atau naik ke atas, balik ke kamar.
Akhirnya, demi memanaskan suasana dan menghilangkan kebosanan yang sudah merasuki kita semua, gue memulai percakapan, err, lebih tepatnya pertanyaan.
"Eh, gue mau nanya deh, kalian jawab ya, satu-satu, oke!"
Pertanyaan gue dimulai dengan semacam 'case study'.
"Ada cowo, ngajak jalan cewek, keluar, makan, jam segini (sekitar jam 10) naik motor, berdua aja. Nah kalo kalian jadi si cowok itu, maksud kalian apa?"
Berawal dari pertanyaan itu, gue jadi lanjut mengeluarkan beberapa pertanyaan yang masih berhubungan tentang itu secara tidak langsung. Mostly, pertanyaan gue itu seputar pacar, cewek, temen cewek, dan some girls attitude.
Gue ngga akan nge-share semua pertanyaan gue dan jawaban yang mereka keluarkan karena itu hanya untuk koleksi pribadi aja hehehe.
Setiap gue akan melontarkan pertanyaan, gue pasti akan mencari suatu kasus dari seseorang yang gue kenal, dan gue tanyain pendapat para lelaki itu. Jawaban mereka kadang sesuai dengan apa yang gue bayangkan, dan beberapa ada juga yang 'unexpected'.
Tiba-tiba terlintas di pikiran gue. "Apa yang mereka pikirin tentang gue yang menanyakan hal-hal ini ya? Masa mereka ga heran sih tiba-tiba gue nanya hal-hal yang kayak gini. Atau emang obrolan semacam ini udah sering mereka alamin ya? Kok kayaknya dari tadi mereka tidak menunjukan wajah atau raut atau tatapan heran ya?"
Setelah pertanyaan itu muncul, ada pertanyaan lagi yang menunggu di belakang pertanyaan itu, "Sebenernya gue kenapa ya? Normalnya, orang nanya" kayak gini karena mereka sedang/sudah/akan mengalaminya. Dan sementara gue ngga! So, what's wrong with me?"
Ya mungkin itu benar-benar random question yang terpikir sama gue saat itu. Gue nanya nya ga beralasan, ngga ada maksud apapun, just want to know some boys opinion.
From those conversation i also learned a lot and found something new for me. Hmm, seems legit :D
Friday, April 6, 2012
Friday, March 9, 2012
Family
Apa yang pertama kali lo pikir saat denger kata itu? orang tua, adik, kakak, kakek nenek, om tante, sepupu, keponakan, dll? ya itu lah keluarga. Tapi di otak gue, keluarga itu ga cuma itu.
Definisi simpel keluarga menurut gue adalah tempat belajar, berlindung, saling mengasihi dan saling mengerti. Itulah keluarga menurut kacamata gue.
Keluarga gue terdiri dari Papa Uchen, Mama Anies, gue, dan kucing" peliharaan kita
Cuma ini keluarga gue? Awalnya selain ini plus sodara-sodara dari papa dan mama ya berarti cuma ini. Dan ternyata gue sedikit keliru.
Gue menemukan satu keluarga lagi. Di keluarga gue yang baru ini, ga ada yang berperan jadi orangtua, anak, adik, kakak atau siapapun. Gue nemuin 'keluarga' baru gue di Binus Square, tempat tinggal gue sekarang.
Gue temenan deket sama mereka, dan kita sering kemana-mana dan ngumpul bareng juga. Hal itu lah yang bikin kita makin deket. Tapi, kalo kata pepatah, ga ada gading yang ngga retak. Pertemanan sama mereka juga ga selamanya indah. Sometimes, gue merasa jenuh dan ada kalanya gue butuh waktu tanpa mereka. Kadang kita juga ga sepikiran atau jarang banget bisa ngumpul utuh bareng" semua.
Tapi dari kenegatifan itu lah gue bisa belajar, ngamatin, dan paham, banyak hal. Gue bukan tipe orang yang hobi menyendiri, tapi kadang gue ga bisa stand alone all the time, tapi kadang juga gue butuh "me time". Saat gue BT ataupun bad mood, gue berusaha untuk menghindar dulu daripada mereka jadi korban terparah. Saat gue menghindar pun gue juga pasti akan kangen bareng-bareng lagi, jadi cepet sembuh deh bad moodnya :)
Kemaren gue baru ngeh, walaupun mereka ngeselin kayak apapun, nyenengin kayak apapun, ngebetein kayak apapun, gila kayak apapun, gue pasti ada di sekitar mereka. Gue selalu berusaha ada buat mereka, dan gue rasa juga mereka berusaha ada untuk gue juga. Setelah gue pikir-pikir lagi, "It's just like a family ya? you don't have to together all the time but we really need each other all the time. Butuh dalam hal apapun, temen makan kek, temen curhat kek, temen dota kek"
SABI!!!
So, inilah keluarga baru gue di Binus Square :)
Thank you guys for being my second family :)
Wednesday, February 8, 2012
change....stop. back to normal
everybody changing.
Begitupun dengan saya, sedikit demi sedikit mulai berubah. Tapi perubahan yang kemarin lumayan agak drastis itu, saya mengarah ke arah cewek.
Lah emang bukan cewek? ya cewek T_T tapi penampilan ga ada cewek-cewek sama sekali.
Mungkin lingkungan sekitar yang bikin saya berubah pelan-pelan. Rambut mulai dipanjangin, kenal baju selain kaos, agak berani pake rok, mengenal lebih dekat dengan yang namanya maskara. huft, it's so girl thing ya zzzzzz.
Saat perubahan itu, tentu saja sya agak nyadar, yah emang jadinya beda sih dengan yang dulu . Nah perasaan ini (yang menurut saya natural) membuat saya ingin terlihat cantik, diperhatikan, dan dikomentari(dipujiiiiii).
Tapi suatu saat, saya berfikir, kok kayaknya saya ngga pantes ya? kok kayaknya ngga guna banget ya saya jadi kayak gini.
Kenapa tiba-tiba berfikir seperti itu?
Mungkin, karena saya sadar, temen-temen saya itu udah aslinya oke, udah dari sananya cantik, udah dari sananya menarik, jadinya mau saya jungkir balik berubah kayak apa, orang juga ga akan nyadar.
Kasarnya, saya itu kayak bulan pas di posisi gerhana bulan, saya ketutupan sama bumi yang gedenya amit-amit.
Jadi, saya mikir lagi, kalo gitu kenapa saya harus berusaha tampil oke di saat temen-temen saya semuanya oke, jadi mending saya biasa-biasa aja. Karena mau oke kayak apapun saya, tetep ga akan sebanding dengan mereka.
"do not ever become prettier when someone beside you is prettiest"
Subscribe to:
Posts (Atom)



